Memberikan Makanan Bayi yang Tepat Sesuai Usia

11:24 AM

Memiliki anak menjadi hal yang begitu membahagiakan, apalagi bagi mereka yang baru menikah atau pasangan yang sudah lama menantikan kehadiran momongan dalam rumah tangganya. Kehadiran anak dalam rumah tangga bisa menjadi pelengkap kebahagiaan, sehingga tidak mengherankan bila banyak hal yang berubah dalam sebuah rumah ketika sudah hadir buah hati. Tangis bayi, riuh dan gelak tawa menjadi hal yang membahagiakan.


Namun banyak hal yang harus diperhatikan oleh orang tua dalam merawat buah hatinya, karena perlakukan bayi tentu sangat berbeda dengan anak-anak maupun orang dewasa. Orang tua perlu banyak belajar dan menyesuaikan dengan kebiasaan baru dalam merawat bayi.

Gambar oleh yalehealth dari Pixabay.com

Makanan bayi menjadi salah satu kunci tumbuh kembang anak, sehingga perlu diperhatikan baik-baik, jangan asal memberi makan, karena ada fase tumbuh kembang anak yang membedakan jenis konsumsi makanannya. Air susu ibu (ASI) merupakan sumber gizi dan asupan utama bagi bayi, sehingga sangat disarankan untuk memberikan ASI eksklusif pada anak. 

Untuk makanan pendamping ASI (MPASI) sudah mulai bisa diperkenalkan saat usia bayi 6 bulan, hal ini untuk membiasakan bayi agar terbiasa mengkonsumsi makanan padat. Pemberian makanan pendamping ASI bisa dilakukan secara bertahap dengan memilih makanan bayi sesuai dengan usia bayi. Beberapa tanda kesiapan si buah hati untuk mengkonsumsi makanan padat misalnya dengan refleks mendorong pada lidah yang mulai hilang, bayi bisa duduk dengan tegak mempertahankan posisi kepala serta lehernya, lalu ia terlihat tertarik dengan makanan.


Dalam memperkenalkan makanan pada bayi bisa dilakukan secara bertahap, sesuai dengan usia mereka. Misalnya masa pengenalan pada usia 4-6 bulan, 6-8 bulan, 8-10 bulan dan 10-12 bulan. Selain jenis maupun menu makanan pada tiap fase, dalam penyiapan makanan untuk bayi pun juga perlu diperhatikan. Sebelum mempersiapkan makanan pada bayi, hal yang tidak kalah penting adalah kebersihan saat menyajikan, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir hingga bersih merupakan hal yang wajib untuk menjaga agar makanan yang disajikan pada bayi steril.


Untuk menjaga agar tumbuh kembang anak terkontrol, memeriksakan anak ke dokter anak mungkin bisa dilakukan secara rutin. Bagaimanapun juga sebagai orang tua tidak sepenuhnya memahami perkembangan anak, jangan sampai ada hal-hal yang diluar pengetahuan orang tua tapi dibiarkan atau dianggap biasa. Semoga anak-anak kita bisa tumbuh dengan baik dan menjadi anak yang sehat serta cerdas.

Comments

  1. For instance, 3D printing of cerebral arteriovenous malformation fashions is useful for preoperative patient consultation, surgical planning, and coaching . These fashions can clarify the patient’s sickness, improve the doctor-patient relationship, and improve the patient’s confidence within the treatment process. They additionally provide sufferers with auxiliary training and inform them about regular and abnormal physique structures, which is conducive to bettering doctor-patient relationships . Diment et al. used a descriptive-analytical methodology to research the applying of 3D printing fashions in clinical fields and proposed that 3D fashions have effective purposes. Bai et al. reported of their meta-analysis that 3D print-assisted surgery was better than typical surgery Bluetooth Motorcycle Headset in terms of|when it comes to|by method of} operation time, blood loss, and favorable outcomes.

    BalasHapus