Puisi Dalam Catatan Harian

Menulis adalah kebiasaan yang tak semua orang terbiasa melakukannya. Namun, saat ini hampir setaip hari kebanyakan orang melakukan aktivitas menulis. A ha, HP yang dimiliki hampir setiap orang dewasa dan juga anak-anak membuat orang lebih aktif menulis. Menulis apa?, ya sudah jelas, menulis SMS atau sekedar catatan dalam ponsel.
Puisi Dalam Catatan Harian
Catatan Harian
Dahulu, waktu saya masih remaja, biasa saya mencatat perasaan dalam buku harian atau umum dinamakan diary. Bahkan, saat menginjak dewasa pun masih sering saya menulis dalam buku agenda atau buku khusus untuk corat-coret.

Seperti pada contoh diatas, saya mencoba menulis sebuah puisi, tertanggal 16-8-2008. Dikamar saya menulisnya, seperti berikut puisinya:

Lagu Air 
Sebotol air penghantar sepi
Ketika segelas teh manis
menyiram
membasuh dahaga dalam
sunyi
Gulanya menusukku
Legitnya mengejekku
Bercerita tentang murung yang mengurung
Tentang hening yang tersanding
Tak tersisa dalam diam
Sebitil air menjelma ke kerontang
dahaga menepis manis
Sirna

Tak bagus memang, jangan lihat puisinya. Saya hanya ingin menyampiakan mengenai kenangan, ternyata ditahun 2008 silam saya menyimpan tulisan tersebut. Dalam konteks kekinian, banyak orang yang membukukan tulisan atau catatan hariannya dimasa silam, siapa tahu saya pun bisa demikian. Pentingnya lebih dari itu sebenarnya, saya punya kenangan yang tercatatkan. Demikian.

Poskan Komentar